Jumat, 02 Desember 2011

Sejarah Permainan Basket

Permainan bola basket diciptakan oleh Prof. Dr. James A. Naismith salah seorang guru pendidikan jasmani Young Mens Christian Association (YMCA) Springfield, Massachusets, Amerika Serikat pada tahun 1891. Gagasan yang mendorong terwujudnya cabang olahragabaru ini ialah adanya kenyataan bahwa waktu itu keanggotaan dan pengunjung sekolah tersebut kian hari kian merosot. Sebab utamanya adalah rasa bosan dari para anggota dalam mengikuti latihan olahraga Senam yang gerakannya kaku. Di samping itu kebutuhan yang dirasakan pada musim dingin untuk tetap melakukan olahraga yang menarik semakin mendesak.

Dr. Luther Gullick, pengawas kepala bagian olahraga pada sekolah tersebut menyadari adanya gejala yang kurang baik itu dan segera menghubungi Prof. Dr. James A. Naismith serta memberi tugas kepadanya untuk menyusun suatu kegiatan olahraga yang baru yang dapat dimainkan di ruang tertutup pada sore hari.

Dalam menyambut tugasnya itu Nasimith menyusun suatu gagasan yang sesuai dengan kebutuhan ruang tertutup yakni permainan yang tidak begitu keras, tidak ada unsur menendan, menjegal dan menarik serta tidak sukar dipelajari. Langkah pertama, diujinya gubahan dari permainan Footbal, Baseball, Lacrose dan Sepakbola. Tetapi tidak satupun yang cocok dengan tuntutannya. Sebab disamping sulit dipelajari, juga permainan tersebut masih terlalu keras untuk dimainkan di ruangan tertutup yang berlampu.

Dari hasil percobaan yang dilakukan itu Naismith akhrinya sampai pada kesimpulan bahwa permainan yang baru itu harus mempergunakan bola yang bentuknya bulat, tidak menjegal, dan harus menghilangkan gawang sebagai sasarannya. Untuk menjinakkan bola sebagai pengganti menendang dilakukan gerakan mengoper dengan tangan serta menggiring bola (dribbling) sebagai puncak kegairahan, gawang diganti dengan sasaran lain yang sempit dan terletak di atas para pemain, sehingga dengan obyek sasaran yang demikian pengutamaan tembakan tidak terletak pada kekuatan seperti yang terjadi pada waktu menendang, melainkan pada ketepatan menembak.

Semula Naismith akan menggunakan kotak kayu untuk sasaran tembakan tersebut, tetapi berhubung waktu percobaan dilakukan yang ada hanya keranjang (basket) buah persik yang kosong, maka akhirnya keranjang itulah dijadikan sasaran tembakan. Dari perkataan basket ini kemudian permainan baru yang ditemukan Prof. Dr. James A. Naismith tersebut dinamakan Basketball.

Perkembangan Bola Basket di Indonesia
Di tengah-tengah gejolak revolusi bangsa dalam mempertahankan kemerdekaan yang telah direbut itu, permainan Bola Basket mulai dikenal oleh sebagian kecil rakyat Indonesia, khususnya yang berada di kota perjuangan dan pusat pemerintahan Rakyat Indonesia, Yogyakarta serta kota terdekat Solo. Nampaknya, ancaman pedang dan dentuman meriam penjajah tidak menjadi penghalang bagi bangsa Indonesia untuk melakukan kegiatan olahraga, termasuk permainan Bola Basket.

Bahkan dengan dilakukannya kegiatan-kegiatan olahraga tersebut semangat juang bangsa Indonesia untuk mempertahankan tanah airnya dari ancaman para penjajah yang menginginkan kembali berkuasa semakin membaja. Terbukti pada bulan September 1948, di kota Solo diselenggarakan Pekan Olahraga Nasional (PON) Pertama yang mempertandingkan beberapa cabang olahraga, diantaranya Bola Basket. Dalam kegiatan tersebut ikut serta beberapa regu, antara lain : PORO Solo, PORI Yogyakarta dan Akademi Olahraga Sarangan.

Beckham Puji Pemain Indonesia

INDONESIA SELECTION VS LA GALAXY : Pesepakbola LA Galaxy David Beckham (kanan) berebut bola dengan pesepakbola Indonesia Selection Patrich Wanggai pada laga persahabatan di Stadion Utama Gelora Bung Karno Senayan, Jakarta, Rabu (30/11) malam.     ( ant )
JAKARTA ( Berita ): Hanya menang tipis 1 – 0 melalui gol tunggal Robby Keane di menit awalbabak pertama, membuat LA Galaxy melontarkanpujian kepada pemain Indonesia Selection, seusailaga eksibisi di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Rabu (30/11) malam.
Pujian bahkan datang dari bintang klub Amerika Serikat tersebut, David Beckham. Terhadap penampilan pemain Indonesia, Beckham menilai, beberapa pemain memiliki skill bagus dan punya kecepatan.
Mantan bintang Manchester United dan Real Madrid ini menunjuk Andik Firmansyah sebagai salah satu pemain Indonesia yang memiliki talenta bagus. Dia pun mengaku, sempat beberapa kali harus menjatuhkannya, karena Andik cukup lincah.
“Sangat menyenangkan berada di Indonesia dan memainkan laga yang tidak mudah. Tentu perjalanan yang cukup menarik. Beberapa pemain memiliki kecepatan dan skill yang bagus,” ujar Beckham.
Nada pujian ini pula yang membuat suami dari artis Victoria Adams itu memilih memberikan kaus timnya kepada Andik Firmansyah. Padahal, beberapa pemain Indonesia Selection berusaha mengajaknya untuk tukaran kaus.
Tapi ia justru meminta gelandang mungil asal Persebaya Surabaya itu untuk tukar kaus. Menurut pelatih LA Galaxy, Bruce Arena, timnya menghadapi perlawanan sengit dari tuan rumah Indonesia yang tampil ngotot.
Ia pun memuji skill dan kecepatan beberapa pemain Indonesia. Hanya saja, ia belum bisa menggaransi ada pemain yang akan diboyong ke LA Galaxy. “Beberapa pemain memang punya kecepatan. Akan kita lihat kemungkinannya bergabung dengan LA Galaxy,” ujar Arena.
Mantan pemain PSMS Medan, Sarman Panggabean, menilai kesalahan dalam menempatkan pemain menjadi penyebab kekalahan Indonesia Selection. Tapi dia mengaku sangat maklum, karena tim yang ditampilkan adalah perpaduan antara pemain senior dan junior.
“Karena itu sangat wajar atas penempatan pemain yang masih kurang tepat. Terutama pada posisi pemain tengah,” jelas Sarman. Sedangkan pelatih Indonesia Rahmad Darmawan menilai, secara umum anak asuhnya telah menunjukkan keunggulan skill individu dan kecepatan. “Serangan telah disusun dengan baik dari bawah. Tapi sesampainya didepan banyak pemain yang menghilangkan peluang. Itu yang harus secepatnya diperbaiki,” papar Rahmad.