Jumat, 02 Desember 2011

Beckham Puji Pemain Indonesia

INDONESIA SELECTION VS LA GALAXY : Pesepakbola LA Galaxy David Beckham (kanan) berebut bola dengan pesepakbola Indonesia Selection Patrich Wanggai pada laga persahabatan di Stadion Utama Gelora Bung Karno Senayan, Jakarta, Rabu (30/11) malam.     ( ant )
JAKARTA ( Berita ): Hanya menang tipis 1 – 0 melalui gol tunggal Robby Keane di menit awalbabak pertama, membuat LA Galaxy melontarkanpujian kepada pemain Indonesia Selection, seusailaga eksibisi di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Rabu (30/11) malam.
Pujian bahkan datang dari bintang klub Amerika Serikat tersebut, David Beckham. Terhadap penampilan pemain Indonesia, Beckham menilai, beberapa pemain memiliki skill bagus dan punya kecepatan.
Mantan bintang Manchester United dan Real Madrid ini menunjuk Andik Firmansyah sebagai salah satu pemain Indonesia yang memiliki talenta bagus. Dia pun mengaku, sempat beberapa kali harus menjatuhkannya, karena Andik cukup lincah.
“Sangat menyenangkan berada di Indonesia dan memainkan laga yang tidak mudah. Tentu perjalanan yang cukup menarik. Beberapa pemain memiliki kecepatan dan skill yang bagus,” ujar Beckham.
Nada pujian ini pula yang membuat suami dari artis Victoria Adams itu memilih memberikan kaus timnya kepada Andik Firmansyah. Padahal, beberapa pemain Indonesia Selection berusaha mengajaknya untuk tukaran kaus.
Tapi ia justru meminta gelandang mungil asal Persebaya Surabaya itu untuk tukar kaus. Menurut pelatih LA Galaxy, Bruce Arena, timnya menghadapi perlawanan sengit dari tuan rumah Indonesia yang tampil ngotot.
Ia pun memuji skill dan kecepatan beberapa pemain Indonesia. Hanya saja, ia belum bisa menggaransi ada pemain yang akan diboyong ke LA Galaxy. “Beberapa pemain memang punya kecepatan. Akan kita lihat kemungkinannya bergabung dengan LA Galaxy,” ujar Arena.
Mantan pemain PSMS Medan, Sarman Panggabean, menilai kesalahan dalam menempatkan pemain menjadi penyebab kekalahan Indonesia Selection. Tapi dia mengaku sangat maklum, karena tim yang ditampilkan adalah perpaduan antara pemain senior dan junior.
“Karena itu sangat wajar atas penempatan pemain yang masih kurang tepat. Terutama pada posisi pemain tengah,” jelas Sarman. Sedangkan pelatih Indonesia Rahmad Darmawan menilai, secara umum anak asuhnya telah menunjukkan keunggulan skill individu dan kecepatan. “Serangan telah disusun dengan baik dari bawah. Tapi sesampainya didepan banyak pemain yang menghilangkan peluang. Itu yang harus secepatnya diperbaiki,” papar Rahmad.